Dalam upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang sejak usia dini, kegiatan Edukasi Gizi dan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan di dua sekolah dasar di Kabupaten Biak Numfor, yaitu SD Inpres Saramom pada Jumat, 19 Juni 2026 dan SD YPK Sorido pada Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan orang tua atau wali murid, siswa, serta para guru sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah.
Anak usia sekolah dasar berada pada fase pertumbuhan yang sangat pesat, baik dari sisi fisik maupun perkembangan kognitif. Pada masa ini, kebutuhan energi dan zat gizi meningkat seiring dengan aktivitas belajar, bermain, serta proses pembentukan karakter dan kemandirian. Oleh karena itu, pemenuhan gizi seimbang menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar, serta mencegah berbagai permasalahan gizi yang dapat berdampak hingga masa dewasa.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menerapkan pola makan bergizi seimbang sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat. Selain itu, disampaikan pula sosialisasi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat bagi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kebiasaan makan yang baik, menanamkan kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kebersamaan di lingkungan sekolah.
Dalam sesi sosialisasi dijelaskan bahwa penyusunan menu Program MBG mengacu pada konsep Gizi Seimbang dan pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Setiap porsi makan dianjurkan terdiri atas makanan pokok, sayuran, lauk sebagai sumber protein, serta buah-buahan dengan proporsi yang sesuai. Pola makan sehat tersebut juga perlu didukung dengan konsumsi air putih yang cukup, pembatasan asupan gula, garam, dan lemak (GGL), serta aktivitas fisik atau olahraga secara rutin setiap hari.
Selain membahas pentingnya konsumsi makanan bergizi, kegiatan ini juga menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya bergantung pada Program MBG. Terdapat empat komponen utama yang saling mendukung, yaitu penyelenggaraan Program MBG, pendidikan kesehatan melalui edukasi keamanan pangan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelayanan kesehatan seperti imunisasi, pemberian obat cacing, dan pengukuran status gizi, serta pembinaan lingkungan sekolah yang sehat.

Salah satu aspek yang turut mendapat perhatian adalah pengembangan Kantin Sekolah Sehat. Kantin diharapkan mampu menyediakan pangan yang aman, bergizi seimbang, higienis, serta memenuhi standar sanitasi sehingga dapat menjadi pilihan utama bagi siswa dalam memenuhi kebutuhan jajanan sehat di lingkungan sekolah. Upaya ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat secara berkelanjutan di satuan pendidikan.
Keberhasilan pendidikan gizi dan implementasi Program MBG tidak dapat dicapai hanya melalui peran sekolah. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk kebiasaan makan dan gaya hidup sehat di rumah. Penyediaan makanan bergizi, pembatasan konsumsi makanan cepat saji, pengawasan penggunaan uang jajan, serta pembiasaan aktivitas fisik merupakan bentuk dukungan yang akan memperkuat pesan-pesan yang telah diterima anak di sekolah.
Melalui kegiatan Edukasi Gizi dan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Dengan kolaborasi tersebut, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
