Biak Numfor, Papua – Membangun kebiasaan hidup sehat pada anak perlu dimulai sejak usia sekolah. Dengan pemahaman yang baik mengenai pentingnya gizi seimbang, anak-anak diharapkan mampu menerapkan pola makan yang sehat dan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Jenewa Institute bersama UNICEF atas dukungan oleh pemerintah Jepang menyelenggarakan Edukasi Gizi Anak Kelas 1 SD Inpres Angkasa di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 52 siswa kelas 1 bersama 9 orang guru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat yang berlangsung dengan penuh antusias. Dipandu oleh para guru, seluruh siswa mengikuti gerakan senam secara aktif dan kompak. Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, senam juga menjadi media untuk membiasakan anak melakukan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat serta menjaga kebugaran tubuh.

Setelah berolahraga, siswa menikmati makanan bergizi berupa pisang dan telur. Kedua jenis pangan tersebut dipilih karena memiliki kandungan gizi yang mendukung kebutuhan anak setelah beraktivitas. Pisang membantu mengembalikan energi melalui kandungan karbohidrat, vitamin, dan mineral, sementara telur menyediakan protein berkualitas tinggi yang berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi edukasi yang dikemas secara interaktif sehingga mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Melalui permainan Asal-Usul Makanan, siswa diajak mengenali berbagai jenis makanan alami beserta sumbernya. Materi kemudian diperkuat melalui lagu Irama Triguna yang mengenalkan tiga fungsi utama makanan, yaitu sebagai sumber tenaga, pembangun tubuh, dan pelindung tubuh.

Untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat secara lebih menyenangkan, siswa juga menyanyikan lagu Sehatku Ada Lima yang mengajak mereka membiasakan perilaku hidup bersih setiap hari. Selain itu, pemutaran video edukasi Sarapan Sultan memberikan pemahaman mengenai pentingnya sarapan sebelum berangkat ke sekolah agar anak memiliki energi dan konsentrasi saat belajar. Edukasi dilanjutkan dengan video Saya Sayur Beta Buah yang memperkenalkan berbagai jenis buah dan sayuran beserta manfaatnya bagi kesehatan.

Suasana belajar yang interaktif membuat siswa aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga bernyanyi, berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mengenali berbagai contoh makanan sehat yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang menyenangkan ini diharapkan mampu membantu anak lebih mudah memahami dan mengingat pesan-pesan gizi yang disampaikan.

Sebagai penutup, tim Jenewa Institute melakukan sesi umpan balik untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan. Melalui kegiatan menempelkan stiker pada lembar evaluasi, siswa menyampaikan kesan mereka terhadap materi dan media pembelajaran yang digunakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa kegiatan berlangsung menyenangkan, mudah dipahami, serta mampu menjelaskan kembali pesan-pesan utama mengenai pentingnya sarapan, konsumsi makanan bergizi, makan buah dan sayur, serta menjaga kebiasaan hidup sehat.

Melalui kegiatan edukasi ini, Jenewa Institute bersama UNICEF terus berkomitmen mendukung peningkatan pengetahuan gizi anak sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat, dan berkualitas. Diharapkan kebiasaan baik yang diperoleh selama kegiatan tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bersama keluarga.

By Rasni