Biak Numfor, Papua – Komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak usia sekolah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama UNICEF dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyelenggarakan Workshop dan Pelatihan Layanan Gizi Terpadu di Satuan Pendidikan Terpilih Kabupaten Biak Numfor Tahun 2026 yang berlangsung pada 31 Juli–1 Agustus 2026 di Swiss-Bellhotel Biak.
Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para guru, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan layanan gizi terpadu di lingkungan sekolah. Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan layanan kesehatan dan gizi yang lebih efektif guna mendukung tumbuh kembang serta proses belajar anak usia sekolah.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja Direktorat Pelayanan Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI, Weni Kusumaningrum, menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, UNICEF, dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia merupakan langkah penting dalam mewujudkan generasi Biak yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.

Menurutnya, guru memegang peran strategis karena berinteraksi langsung dengan peserta didik setiap hari. Selain mendampingi proses pembelajaran, guru juga menjadi pihak yang paling awal mengenali perubahan perilaku maupun kondisi kesehatan anak. Oleh sebab itu, keterlibatan tenaga pendidik sangat menentukan keberhasilan upaya peningkatan kualitas kesehatan siswa sejak jenjang PAUD hingga SMA.
Weni juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan gizi, baik kekurangan gizi, kelebihan gizi, maupun anemia, masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian bersama. Berbagai upaya pencegahan, seperti pemberian tablet tambah darah, obat cacing, dan imunisasi, akan berjalan lebih optimal apabila didukung secara aktif oleh pihak sekolah.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan selama dua hari pelatihan sebagai ruang untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kapasitas. Menurutnya, kesempatan tersebut merupakan momentum berharga yang diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi anak-anak dan masa depan Kabupaten Biak Numfor.
Mewakili Bupati Biak Numfor, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Simon Rumpaisum, S.H., menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus diawali dengan pemenuhan gizi yang baik sejak usia dini, terutama pada anak-anak sekolah.
Ia menjelaskan bahwa layanan gizi terpadu di satuan pendidikan tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan fisik, kemampuan berpikir, serta konsentrasi belajar peserta didik. Menurutnya, kualitas gizi anak akan menjadi fondasi utama dalam membangun generasi yang unggul di masa mendatang.

Simon juga menekankan bahwa sekolah memiliki fungsi strategis sebagai tempat membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Karena itu, keberhasilan layanan gizi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menyampaikan apresiasi kepada UNICEF dan Yayasan Jenewa Madani Indonesia atas dukungan nyata dalam memperkuat layanan gizi di sekolah-sekolah terpilih. Pemerintah berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui peningkatan pemantauan status gizi, penyediaan pangan sehat di sekolah, serta pelaksanaan edukasi gizi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Perwakilan UNICEF Tanah Papua, Dina Puti Kartika, menjelaskan bahwa tujuan utama workshop adalah memperkuat sistem layanan gizi di sekolah sehingga setiap anak memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk tumbuh sehat, belajar secara optimal, dan mengembangkan potensinya secara maksimal.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan layanan gizi tidak dapat dilakukan oleh sekolah secara mandiri. Penanganan anemia pada remaja putri, pencegahan berbagai masalah gizi, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), edukasi gizi, hingga promosi aktivitas fisik memerlukan kolaborasi erat antara sekolah dengan puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan tercapai tiga hasil utama, yaitu meningkatnya kompetensi guru dan tenaga kesehatan dalam menyelenggarakan layanan gizi terpadu, semakin kuatnya kemitraan antara sekolah dan puskesmas untuk menjamin keberlanjutan layanan, serta terkumpulnya berbagai masukan dari peserta sebagai bahan penyempurnaan pedoman nasional mengenai pencegahan dan penanganan masalah gizi pada anak usia sekolah.
Dina juga mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya mengikuti pelatihan sebagai penerima materi, tetapi menjadi mitra aktif yang mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah masing-masing. Pengalaman dan praktik baik yang dibagikan selama workshop diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun sistem layanan gizi sekolah yang lebih baik.
Workshop ini diikuti oleh fasilitator dari Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, serta para kepala sekolah, guru PAUD hingga SMA/sederajat, pembina UKS, dan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Kabupaten Biak Numfor. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan, gizi, dan kualitas pendidikan bagi generasi penerus.
Sumber: https://rri.co.id/biak/regional/2615107/sinergi-lintas-sektor-di-biak-perkuat-layanan-gizi-sekolah-melalui-workshop?nocache=true
