Biak Numfor, Papua, September 2026 — Bagaimana dukungan terhadap pendidikan dan gizi dapat membantu anak-anak belajar dan tumbuh dengan lebih baik? Pertanyaan ini menjadi salah satu perhatian dalam Kunjungan Pemantauan Bersama Kemitraan Pemerintah Jepang dan UNICEF Indonesia di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 17–18 September 2026.

Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi mitra pemerintah di tingkat nasional dan daerah, Kedutaan Besar Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA), UNICEF, serta mitra pelaksana program untuk melihat secara langsung perkembangan Program Peningkatan Kualitas Pembelajaran, Gizi, dan Kesejahteraan Anak. Selain meninjau pelaksanaan kegiatan, kunjungan juga menjadi ruang untuk mendengarkan pengalaman anak, guru, orang tua, dan masyarakat, sekaligus membahas tantangan yang masih dihadapi di lapangan.

Selama kunjungan, delegasi mengunjungi TK Hang Tuah dan SD YPK Sorido untuk mengamati praktik pembelajaran, edukasi gizi, serta pelaksanaan penyediaan makanan bagi anak. Pertemuan dengan guru dan kepala sekolah juga akan menjadi kesempatan untuk memahami pengalaman pelaksanaan program, termasuk peran orang tua dan koordinasi dengan layanan lain dalam mendukung kebutuhan anak.

Kunjungan tidak hanya berfokus pada sekolah. Delegasi juga akan melihat rantai penyediaan pangan yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui kunjungan ke fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), Kampung Modern Nelayan Kalamo, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Rangkaian ini memberikan gambaran mengenai potensi pemanfaatan ikan lokal, keterlibatan produsen setempat, serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan untuk menjaga keamanan dan kualitas makanan yang disediakan bagi anak.

Selain observasi lapangan, diskusi bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan para pemangku kepentingan akan membahas kemajuan program, tantangan pelaksanaan, serta peluang memperkuat keberlanjutan dan memperluas praktik baik yang telah dikembangkan. Pembahasan juga mencakup kebutuhan dukungan bagi pelaksanaan MBG, dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah dan tantangan pelayanan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kondisi geografis Biak Numfor menjadi salah satu konteks penting dalam penyediaan layanan pendidikan dan gizi. Ketersediaan pangan, akses transportasi, rantai pasok, serta kesiapan fasilitas menjadi bagian dari upaya memastikan layanan dapat berjalan dengan baik. Karena itu, pembelajaran dari pelaksanaan program di daerah diharapkan dapat menjadi masukan untuk memperkuat dukungan pemerintah dan kerja sama antarmitra.

Melalui kunjungan ini, para mitra diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai capaian, tantangan, dan kebutuhan program di lapangan. Hasil pemantauan juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat layanan yang terintegrasi.

Program ini didukung UNICEF dengan kemitraan Pemerintah Jepang dan dilaksanakan bersama mitra pemerintah serta organisasi pelaksana di daerah, termasuk Yayasan Jenewa Madani Indonesia dan Yayasan Rumsram.

By Anti