Senin, 18 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat keberlanjutan program peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar, telah dilaksanakan pertemuan koordinasi bersama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas institusi sekaligus membahas rencana tindak lanjut menjelang pelaksanaan Technical Working Group (TWG) yang dijadwalkan pada 25 Mei 2026.
Kegiatan diawali dengan pemaparan gambaran umum program oleh Pihak PSD Japan terkait rencana penguatan layanan kesehatan ibu dan anak melalui peningkatan mutu layanan kesehatan, penguatan sistem rujukan, serta pengembangan dukungan telemedicine di Kabupaten Kepulauan Selayar khususnya pada pulau-pulau terpencil. Program ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan kunjungan Antenatal Care (ANC) dan Postnatal Care (PNC), persalinan di fasilitas kesehatan, optimalisasi pemanfaatan sistem rujukan, hingga menurunkan angka kematian neonatal.

Selain itu, program juga menitikberatkan pada penguatan standar operasional prosedur (SOP) Kesehatan ibu dan anak, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan komunikasi dan edukasi masyarakat, serta optimalisasi peran Posyandu dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak agar Masyarakat lebih percaya dan lebih mengandalkan pelayan Kesehatan dengan baik kedepannya.
Dalam pemaparannya, disampaikan pula bahwa data statistik dari Kabupaten Kepulauan Selayar menunjukkan perbedaan capaian kunjungan ANC K4 dan ANC K6 yang belum terlalu signifikan. Oleh karena itu, diperlukan diskusi lanjutan untuk menentukan indikator keberhasilan program ke depan, termasuk strategi peningkatan capaian ANC K6 sesuai kebijakan nasional. Wilayah intervensi program mencakup daratan Selayar serta pulau-pulau terpencil dengan dengan bekerjasama dengan RSUD KH Hayyung dan Puskesmas Lowa, wilayah Pulau Jampea, serta RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi.
Sebagai bagian dari penguatan sistem layanan, program ini juga merencanakan pengembangan sistem komunikasi dan telemedicine yang lebih terstruktur, memiliki arsip data yang baik, mendukung interoperabilitas dengan platform SATUSEHAT, serta mempermudah koordinasi antara bidan, dokter spesialis, rumah sakit daerah, hingga rumah sakit rujukan provinsi.
Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo yaitu bapak dr.Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung implementasi program hingga tahap akhir. Dukungan tersebut mencakup kesiapan rumah sakit dalam melibatkan dokter spesialis dan tenaga profesional lainnya guna memastikan seluruh rangkaian program berjalan optimal dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Pihak RS Wahidin pun turut menyampaikan kesiapan untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program serta memberikan dukungan selama proses implementasi berlangsung. Beliau juga menilai bahwa program ini memiliki potensi untuk mengadaptasi pendekatan yang telah diterapkan dalam kurikulum pendidikan kedokteran, yaitu pendampingan satu ibu hamil oleh satu mahasiswa kedokteran selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan janin, tetapi juga memperhatikan pola makan, perilaku, serta kondisi kehidupan sehari-hari yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Keterlibatan keluarga juga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan edukasi kesehatan ibu dan anak.

Diskusi yang berlangsung turut membahas kebijakan nasional terkait standar kunjungan ANC. Kebijakan nasional saat ini masih mengacu pada enam kali kunjungan ANC (ANC K6), sehingga program tetap perlu mendorong pencapaian target tersebut. Bahkan, POGI Indonesia bersama Kementerian Kesehatan disebut tengah mengusulkan implementasi delapan kali kunjungan ANC lengkap dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang diharapkan dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Dalam pertemuan ini juga disampaikan rencana kegiatan study tour ke Jepang selama dua minggu pada November mendatang. Kegiatan tersebut direncanakan melibatkan perwakilan dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar, RSUD KH Hayyung, serta perwakilan puskesmas di wilayah Selayar sebagai bagian dari penguatan kapasitas dan pembelajaran implementasi layanan Kesehatan di negara Jepang.
Menjelang pelaksanaan TWG pada 25 Mei 2026, seluruh pihak yang terlibat menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi program. Pertemuan TWG nantinya akan dilaksanakan secara hybrid yang akan dihadiri Direktur RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo serta melibatkan Dinas Kesehatan Selayar, rumah sakit, dan puskesmas di wilayah Kepulauan Selayar.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan penguatan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar dapat berjalan secara berkelanjutan, terintegrasi, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.
