Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama mitra melaksanakan survei lapangan di Pulau Mbromsi, Kabupaten Biak Numfor, pada 16 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan lokasi, kondisi sosial masyarakat, serta ketersediaan sarana pendukung dalam pelaksanaan MBG.
Hasil survei menunjukkan adanya dukungan yang cukup baik dari masyarakat dan pemerintah kampung. Pembangunan dapur MBG dilakukan secara gotong royong, dan koperasi lokal yang direncanakan akan menjadi mitra dalam pengadaan bahan pangan. Namun demikian, ketersediaan bahan bakar masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi melalui perencanaan cadangan operasional.
Dari sisi pangan, masyarakat memanfaatkan sumber lokal seperti singkong, ubi, keladi, dan ikan, meskipun sebagian bahan masih bergantung pada pasokan dari luar pulau.
Di Pulau Mbromsi terdapat dua SD dan satu PAUD, namun capaian literasi dan numerasi masih perlu ditingkatkan. Rencana penguatan sekolah meliputi pengembangan kebun sekolah, pojok baca, serta media edukasi.
Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain keterbatasan air bersih, belum tersedianya ruang UKS dan ruang transit makanan, serta pengelolaan sampah yang masih sederhana. Dari sisi layanan, dukungan tenaga kesehatan dan pemantauan rutin bagi anak usia dini telah berjalan, meskipun kasus malaria masih cukup tinggi.
Secara umum, sekolah dan masyarakat menunjukkan kesiapan dalam mendukung pelaksanaan program, dengan potensi besar pada pemanfaatan pangan lokal. Namun, diperlukan penguatan sarana, logistik, dan koordinasi agar implementasi MBG dapat berjalan optimal.
