Biak Numfor, Papua — Yayasan Jenewa Madani Indonesia bersama UNICEF bekerja sama dengan pemerintah daerah menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Penjamah Pangan dalam Standar Gizi dan Keamanan Pangan Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada 2–3 Oktober 2026 di Swiss-Belhotel Cenderawasih, Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penjamah pangan dalam menyiapkan serta menyajikan makanan yang bergizi, higienis, aman, dan sesuai standar Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program MBG terintegrasi di Kabupaten Biak Numfor, khususnya dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam penyelenggaraan makanan. Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari tiga dapur MBG dengan materi yang mencakup standar gizi, keamanan pangan, higiene perorangan, sanitasi, pengolahan makanan, hingga pendistribusian dan pemantauan kualitas makanan.

Dalam pengantar kegiatan, perwakilan Yayasan Jenewa Madani Indonesia, Shafa Syahrani, menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan penjamah pangan merupakan aspek penting dalam memastikan makanan yang dikonsumsi anak memenuhi kebutuhan gizi dan standar keamanan pangan yang berlaku.

Sebagai mitra UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia terus mendukung pelaksanaan program MBG terintegrasi di Kabupaten Biak Numfor sebagai bagian dari upaya mewujudkan Papua GENIUS. Melalui pelatihan ini, para penjamah pangan diharapkan mampu menerapkan standar pengolahan makanan secara konsisten sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat dapat terjaga.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Biak Numfor, Efendi Igirisa, yang hadir mewakili Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra. Dalam sambutannya, ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam menyajikan makanan yang aman, higienis, dan layak dikonsumsi.

Menurutnya, penyediaan makanan bergizi yang memenuhi standar menjadi salah satu upaya mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus berkontribusi terhadap pencegahan masalah gizi, termasuk stunting dan anemia. Ia juga berharap Kabupaten Biak Numfor dapat menjadi contoh penerapan keamanan pangan yang berkualitas dalam pelaksanaan program MBG.

Pada kesempatan tersebut, Efendi menyampaikan apresiasi kepada UNICEF, Yayasan Jenewa Madani Indonesia, Pemerintah Jepang, dan Badan Gizi Nasional atas dukungan terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Biak Numfor. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan hingga selesai dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Materi pelatihan mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan makanan, mulai dari perencanaan menu hingga distribusi kepada penerima manfaat. Peserta juga mempelajari kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemanfaatan ikan dan pangan lokal sebagai sumber gizi, serta peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan makanan tersedia tepat waktu, bergizi, dan aman.

Aspek keamanan pangan menjadi fokus utama, meliputi pencegahan cemaran fisik, biologis, dan kimia; higiene perorangan; sanitasi peralatan dan lingkungan; pengelolaan bahan pangan; serta penerapan prinsip FIFO (First In, First Out) dan FEFO (First Expired, First Out). Peserta juga dibekali pengetahuan tentang distribusi makanan, pengelolaan limbah, penanganan insiden keamanan pangan, serta pemantauan dan pelaporan untuk menjaga kualitas layanan MBG.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menerapkan standar gizi dan keamanan pangan secara konsisten dalam operasional dapur MBG. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pengelola dapur, dan mitra pembangunan juga diharapkan dapat memperkuat kualitas penyelenggaraan program MBG di Kabupaten Biak Numfor, Papua

By Rasni