Dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar, tim Jenewa Institute bersama tim PSD Japan melaksanakan kunjungan lapangan ke RS Pratama Jampea pada 18 Juni 2026 dan Puskesmas Ujung Jampea pada 19 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan awal proyek yang bertujuan untuk memahami kondisi layanan kesehatan di tingkat fasilitas pelayanan kesehatan serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan di daerah tersebut dalam mendukung proyek yang akan berjalan kedepannya.

Kegiatan diawali dengan perkenalan tim PSD kepada jajaran tenaga kesehatan di masing-masing fasilitas kesehatan. Pada kesempatan tersebut, tim juga menyampaikan gambaran umum mengenai proyek yang akan dilaksanakan, termasuk tujuan, ruang lingkup kegiatan, serta harapan terhadap kolaborasi yang akan dibangun bersama tenaga kesehatan dan pemerintah daerah selama pelaksanaan program berlangsung.

Selain sebagai ajang silaturahmi dan koordinasi, kunjungan ini juga menjadi sarana untuk menggali informasi terkait kondisi pelayanan kesehatan ibu dan bayi di wilayah Jampea. Tim PSD berdiskusi secara langsung dengan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya mengenai alur pelayanan persalinan, mekanisme rujukan, tantangan yang dihadapi dalam pelayanan, serta kebutuhan yang dirasakan di tingkat fasilitas kesehatan. Berbagai masukan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana kegiatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.

Perkenalan Proyek oleh Tim PSD Japan dihadapan para tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Ujung Jampea, Kabupaten Kepulauan Selayar (19 Juni 2026).

Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif, tim juga melakukan observasi langsung terhadap fasilitas dan sarana pendukung pelayanan kesehatan. Beberapa area yang dikunjungi antara lain ruang persalinan, ruang perawatan ibu pasca persalinan, ruang perawatan bayi, serta fasilitas penunjang lainnya yang berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas bagi ibu dan bayi. Melalui observasi ini, tim dapat memahami secara lebih mendalam kondisi fasilitas kesehatan yang ada, termasuk potensi dan tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan layanan.

Kunjungan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman antar fasilitas kesehatan. Salah satu sesi yang mendapat perhatian khusus adalah sharing session dari Puskesmas Bontosunggu mengenai pemanfaatan layanan internet berbasis satelit Starlink. Sebagai lokasi pilot project sebelumnya, Puskesmas Bontosunggu berbagi pengalaman terkait proses implementasi, manfaat yang dirasakan, serta dampaknya terhadap kelancaran pelaporan dan akses informasi kesehatan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran bagi fasilitas kesehatan di Pulau Jampea mengenai potensi pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan aksesibilitas.

Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan karakteristik geografisnya yang terdiri dari pulau-pulau, memiliki tantangan tersendiri dalam penyediaan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas. Oleh karena itu, kolaborasi yang erat antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan mitra  menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui kunjungan ini, PSD Japan berharap dapat membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai kondisi di lapangan sekaligus memperkuat hubungan kemitraan dengan fasilitas kesehatan setempat. Informasi dan masukan yang diperoleh selama kunjungan akan menjadi dasar penting dalam perencanaan dan pelaksanaan program ke depan, sehingga intervensi yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar.

By Rasni