Biak Numfor, 21–22 Mei 2026 – UNICEF bersama Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dengan dukungan Jenewa sebagai mitra pelaksana program, menyelenggarakan kegiatan Penguatan Tata Kelola Edukasi Gizi dan Pengelolaan Kantin Sehat bagi kepala satuan pendidikan di Kabupaten Biak Numfor. Kegiatan yang berlangsung di Swiss-Belhotel Biak ini merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan status gizi peserta didik melalui penguatan kapasitas sekolah dalam mengintegrasikan edukasi gizi ke dalam proses pembelajaran serta menciptakan lingkungan pangan sekolah yang sehat.

Sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku hidup sehat peserta didik. Oleh karena itu, edukasi gizi perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam kegiatan pembelajaran agar peserta didik tidak hanya memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain edukasi gizi, kegiatan ini juga menyoroti pentingnya pengelolaan kantin sehat sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pangan sekolah yang mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kantin sekolah tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan dan minuman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi peserta didik untuk mengenali, memilih, dan mengonsumsi pangan yang aman, sehat, dan bergizi.

Melalui pelatihan dan diskusi selama dua hari, para peserta memperoleh pembekalan mengenai tata kelola edukasi gizi, strategi integrasi materi gizi dalam kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler, prinsip-prinsip pengelolaan kantin sehat, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di masing-masing satuan pendidikan. Materi disampaikan oleh narasumber dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta UNICEF Indonesia.

Kegiatan ini juga menjadi forum konsultasi untuk memperoleh masukan terhadap Panduan Praktis Tata Kelola Edukasi Gizi dan Panduan Praktis Implementasi Modul Edukasi Gizi yang saat ini sedang dikembangkan. Berbagai masukan dan pengalaman dari peserta akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan panduan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan di lapangan.

Kegiatan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, khususnya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan. Selain itu, peserta kegiatan terdiri atas kepala sekolah, operator BOS, operator dashboard sekolah, guru mata pelajaran, guru penanggung jawab kantin sekolah, serta Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Biak Numfor.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas satuan pendidikan dalam mengimplementasikan edukasi gizi dan pengelolaan kantin sehat semakin meningkat, sehingga mampu mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Upaya ini sekaligus menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara berkelanjutan di Kabupaten Biak Numfor.

By Anti