13 Mei 2026_ Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Program Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Kepulauan Selayar, tim melakukan kunjungan lapangan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang mendukung layanan bagi ibu hamil dan masyarakat di wilayah tersebut. Hasil observasi menunjukkan bahwa ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgyn), masih sangat terbatas. Saat ini, RSUD K.H. Hayyung hanya memiliki dua dokter spesialis Obgyn yang melayani seluruh kebutuhan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar. Selain itu, jumlah tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan mengoperasikan alat ultrasonografi (USG) juga masih minim sehingga perlu mendapatkan perhatian dalam upaya peningkatan kapasitas layanan.

Dari sisi sarana dan prasarana, beberapa fasilitas pelayanan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. Ditemukan adanya Puskesmas Pembantu (Pustu) dengan kondisi bangunan yang sudah tidak layak digunakan sehingga pelayanan kesehatan dialihkan ke Puskesmas Lowa. Selain itu, beberapa Pustu belum memiliki tenaga bidan yang bertugas secara tetap, sehingga masyarakat diarahkan untuk mengakses layanan di Puskesmas Lowa atau Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang tersedia di desa masing-masing.
Puskesmas Lowa sendiri memiliki wilayah kerja yang cukup luas, mencakup tujuh desa yang terdiri dari empat desa daratan dan tiga desa kepulauan. Wilayah daratan meliputi Desa Appatanah, Desa Lowa, Desa Lantibongan, dan Desa Binanga Sombaiya. Sementara itu, wilayah kepulauan meliputi Desa Tambolongan, Desa Polassi, dan Desa Bahuluang. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat.
Dalam satu bulan ke depan, Tim PSD Japan akan melaksanakan observasi lanjutan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan mulai dari tingkat Pustu, Puskesmas, hingga Rumah Sakit. Selain itu, observasi juga akan melihat kontribusi masyarakat melalui peran kader kesehatan dan Tim Penggerak PKK dalam pelaksanaan kelas ibu hamil dan kegiatan Posyandu.

Kunjungan ini juga bertujuan untuk memahami gambaran sistem pelayanan kesehatan yang berjalan, termasuk mekanisme koordinasi antara fasilitas kesehatan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar. Berdasarkan temuan awal, masih diperlukan upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan melalui berbagai pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Kebutuhan penempatan tenaga bidan di tingkat Pustu juga menjadi salah satu prioritas guna memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan persalinan di desa.
Selain tantangan sumber daya manusia, aspek pendukung layanan seperti jaringan komunikasi dan ketersediaan listrik juga masih menjadi perhatian. Kondisi jaringan yang belum optimal serta potensi pemadaman listrik yang cukup sering terjadi di wilayah Selayar dapat memengaruhi kelancaran pelayanan kesehatan, khususnya dalam mendukung sistem konsultasi dan rujukan.
Berdasarkan hasil observasi awal, beberapa upaya yang dapat dikembangkan ke depan antara lain penyusunan model pelatihan yang sesuai dengan kondisi lokal, penyediaan perangkat dan sistem pendukung komunikasi untuk mempermudah koordinasi serta konsultasi antara dokter, bidan, dan perawat, penguatan kemandirian kesehatan di tingkat desa, serta peningkatan keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya di wilayah sasaran program.
Melalui rangkaian observasi ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan layanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Kepulauan Selayar sehingga program yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang tepat sasaran dan berkelanjutan bagi masyarakat.
