Biak Numfor, Papua — Edukasi gizi di sekolah tidak harus selalu dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas. Di SD Inpres Sansundi, Distrik Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor, siswa diajak belajar tentang gizi melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu Kebun Gizi, Mading Bergizi, dan Kantin Sehat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 ini merupakan bagian dari pengembangan kegiatan kokurikuler berbasis edukasi gizi di sekolah dasar wilayah 3T. Melalui pendekatan yang interaktif, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang makanan bergizi dan pola hidup sehat, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung.

Salah satu materi yang diperkenalkan adalah Kantin Sehat. Siswa diajak mengenali makanan dan minuman yang bersih, aman, sehat, dan bergizi, serta belajar lebih bijak dalam memilih jajanan. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum makan juga menjadi bagian dari edukasi.

Sementara itu, melalui konsep Isi Piringku, siswa belajar pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang. Makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah memiliki peran masing-masing dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan aktivitas sehari-hari.

Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui kegiatan praktik dalam tiga kelompok. Kelompok Kantin Sehat melakukan simulasi pemilihan makanan dan minuman sehat. Kelompok Kebun Gizi belajar menyiapkan media tanam, menanam, dan merawat berbagai tanaman seperti kangkung, bayam, sawi, labu, mentimun, terong, cabai, dan tomat. Sementara itu, kelompok Mading Gizi membuat media informasi mengenai Isi Piringku, makanan sehat, dan Tumpeng Gizi Seimbang.

Kegiatan Kebun Gizi sebagai bagian dari edukasi gizi kokurikuler di wilayah 3T SD Inpres Sansundi – Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa gizi tidak hanya berkaitan dengan apa yang mereka makan, tetapi juga dengan bagaimana mereka memilih pangan, menjaga lingkungan, dan membangun kebiasaan hidup sehat.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan bekerja sama, berkomunikasi, berkreasi, dan bertanggung jawab. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti di sekolah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah maupun di lingkungan sekitar.

Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, Dinas Pendidikan mendorong agar Kebun Gizi, Mading Bergizi, dan Kantin Sehat dapat dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu sebagai bagian dari kegiatan kokurikuler sekolah.

Melalui kegiatan sederhana yang dilakukan secara konsisten, sekolah diharapkan dapat menjadi lingkungan yang mendukung terbentuknya kebiasaan makan sehat, perilaku hidup bersih dan sehat, serta kesadaran siswa terhadap pentingnya gizi sejak usia dini.

By Rasni